Bitcoin Bertahan di Bawah $80.000 saat Data Pekerjaan AS Perkuat Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Bitcoin bertahan di bawah level psikologis $80.000 setelah data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, menekan sentimen aset berisiko termasuk pasar kripto.
Harga Bitcoin (BTC) terus bergerak di kisaran $78.000-$79.800 pada perdagangan Jumat (21/3) waktu New York, bertahan di bawah level psikologis $80.000 setelah data pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan semakin memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama. Data non-farm payrolls (NFP) yang dirilis Kamis menunjukkan penambahan 275.000 lapangan kerja baru pada bulan Februari, jauh di atas konsensus analis sebesar 190.000. Angka pengangguran tetap di level 3,9%, sementara rata-rata upah per jam naik 0,4% month-on-month, mengindikasikan pasar tenaga kerja yang masih sangat ketat. Kondisi ini membuat pelaku pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga The Fed pada pertemuan FOMC Mei mendatang turun menjadi di bawah 35%, dibandingkan sekitar 55% sebelum rilis data. Ketidakpastian kebijakan moneter ini memberikan tekanan pada aset berisiko, termasuk pasar kripto. Volume perdagangan Bitcoin di berbagai bursa global juga terlihat menurun, dengan banyak trader memilih观望 menunggu kejelasan arah kebijakan suku bunga. Analis teknikal dari CoinDesk Research, Alex Kruger, mencatat bahwa level $80.000 menjadi resistance kritis yang belum bisa ditembus Bitcoin sejak awal Maret. 'Selama ekspektasi hawkish The Fed masih dominan, sulit bagi Bitcoin untuk menembus level tersebut secara sustain,' ujar Kruger. Di sisi lain, inflow ke ETF Bitcoin spot AS mulai melambat setelah mencapai puncaknya pada awal tahun. Data dari Bloomberg Intelligence menunjukkan arus masuk bersih (net inflow) ke 11 ETF Bitcoin spot hanya mencapai $140 juta pada minggu lalu, turun tajam dari rata-rata mingguan $1,2 miliar pada periode Januari-Februari. Investor ritel Indonesia juga terlihat menahan aksi beli, dengan harga BTC di bursa lokal seperti Indodax dan Tokocrypto bergerak sideways di kisaran Rp1,240 miliar. Namun, beberapa analis tetap optimistis terhadap prospek jangka menengah. Rektur Binance Indonesia, Budi Santoso, menyatakan bahwa fundamental adopsi institusional yang terus tumbuh dan siklus halving Bitcoin April lalu masih menjadi katalis positif. 'Kita perlu bersabar. Dalam sejarah, Bitcoin selalu mengalami konsolidasi setelah lonjakan besar, tetapi tren jangka panjang tetap bullish,' katanya. Pasar altcoin juga turut terdampak, dengan Ethereum (ETH) melemah ke bawah $2.100 dan Solana (SOL) turun 4,2% dalam 24 jam. Indeks Fear & Greed Market di level 42, menandakan sentimen pasar yang masih netral cenderung fearful.
Disclaimer: Artikel ini merupakan rangkuman berita yang diproses oleh AI dan bukan merupakan nasihat investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan finansial.