Bitcoin Anjlok di Bawah $80.000 Akibat Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed dan Lonjakan Harga Minyak Global

Bitcoin anjlok di bawah $80.000 akibat kombinasi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pasca data inflasi AS yang高于 perkiraan dan lonjakan harga minyak global yang memperkuat narasi kebijakan moneter ketat lebih lama.
Harga Bitcoin terkoreksi tajam dan berhasil menembus level psikologis $80.000 pada perdagangan waktu New York, turun sekitar 6,8% dalam 24 jam terakhir ke level $78.450. Koreksi ini dipicu oleh dua faktor makroekonomi utama yang secara bersamaan menekan sentimen risiko di pasar aset digital global.
Pertama, ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve Amerika Serikat kembali menguat setelah data inflasi AS (CPI) yang dirilis awal pekan ini menunjukkan angka 3,4% year-on-year, lebih tinggi dari konsensus pasar sebesar 3,1%. Beberapa pejabat The Fed, termasuk Presiden Fed Dallas Lorie Logan, mengisyaratkan bahwa peluang kenaikan suku bunga tambahan masih terbuka di paruh kedua tahun ini. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun melonjak ke level 4,68%, membuat aset berisiko seperti kripto semakin tidak menarik dibandingkan instrumen fixed income.
Kedua, lonjakan harga minyak mentah Brent hingga $92 per barel akibat eskalasi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah turut memperburuk sentimen pasar. Kenaikan harga energi ini memicu kekhawatiran inflasi global yang lebih persisten, sehingga memperkuat narasi bahwa bank sentral di berbagai negara akan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama dari perkiraan.
Volume perdagangan Bitcoin di bursa-bursa utama seperti Binance, Coinbase, dan Bybit melonjak hingga 210% dari rata-rata harian, menandakan gelombang aksi jual yang cukup masif. Data on-chain dari Glassnode menunjukkan bahwa sekitar 12,4 miliar dolar aset kripto mengalir keluar dari bursa dalam 48 jam terakhir, sementara posisi leverage long yang dipaksa liquidasi mencapai $470 juta.
Namun, trader kripto di Jakarta, Rinaldi Pratama, mengaku memilih wait and see. "Saya sudah kurangi exposure di altcoin, sekarang fokus menjaga modal. Biasanya setelah koreksi 5-8%, ada bounce, tapi volatilitas makro seperti ini bikin sulit prediksi," katanya.
Pasar kripto global secara keseluruhan terpantau merah, dengan Ethereum turun 7,2% ke $3.120, Solana terkoreksi 9,1%, dan token meme kehilangan sekitar 11-15% nilai. Total kapitalisasi pasar kripto menyusut menjadi $2,31 triliun dari posisi $2,48 triliun sehari sebelumnya. Investor kini menunggu rilis notulen rapat FOMC minggu depan untuk mendapatkan kejelasan lebih lanjut mengenai arah kebijakan suku bunga AS.
Disclaimer: Artikel ini merupakan rangkuman berita yang diproses oleh AI dan bukan merupakan nasihat investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan finansial.